Senin, 31 Oktober 2011

Interaksi manusia sebagai mahluk sosial


Manusia disebut sebagai makhluk sosial sebab tidak ada yang hidup sendirian atau soliter, melainkan selalu berada dalam suatu pergaulan hidup yang nyata dalam perkawanan [socius=kawan], yaitu keluarga, desa/dusun/kampung [atau istilah lain yang sejenis], komunitas, masyarakat, dan juga negara. Manusia itu makhluk yang membutuhkan kawan, yang juga sesama manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada zaman kuno, Aristoteles semasa dia hidup di Polis [City State] yaitu pada abad V sebelum masehi, pernah menyatakan bahwa manusia itu Zoon Politikon.
materi referensi:
Daya ingat.

Interaksi Manusia Sebagai Mahluk Sosial ??
Tahukah anda mengapa manusia disebut sebagai mahluk sosial. Huyaa… pastinya anda sendiri sebagai manusia tahu donk tentang itu semua. Manusia sangat erat kaitanya dengan manusia lain, manusia berinteraksi dengan manusia lain, manusia tidak ada yang hidup sendirian atau soliter. Itulah mengapa Manusia disebut sebagai Mahluk sosial, dan karenanya juga manusia sebagai individu ada hal yang sangat dibutuhkan atau diperlukan yang mendorong untuk kelangsungan hidupnya. Oke kawan di bawah ini beberapa deskripsi tentang kaitanya Interaksi Manusia Sebagai Mahluk Sosial.

Pengertian
Interaksi sosial adalah suatu hubungan antara individu satu dengan individu lainnya. Individu satu dapat mempengaruhi yang lain dan begitu juga sebaliknya “definisi secara psikologi sosial “. Pada kenyataannya interaksi yang terjadi sesungguhnya tidak sesederhana kelihatannya melainkan merupakan suatu proses yang sangat kompleks. Interaksi terjadi karena ditentukan oleh banyak faktor termasuk manusia lain yang ada di sekitar yang memiliki juga perilaku spesifik.
Karateristik Manusia Sebagai Mahluk Sosial
Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada yang menitik beratkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu. Dimana memiliki unsur-unsur keharusan biologis, yang terdiri dari:
  1. Dorongan untuk makan
  2. Dorongan untuk mempertahankan diri
  3. Dorongan untuk melangsungkan jenis
Dari tahapan diatas menggambarkan bagaimana individu dalam perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial dimana antar individu merupakan satu komponen yang saling ketergantungan dan membutuhkan. Sehingga komunikasi antar masyarakat ditentukan oleh peran oleh manusia sebagai makhluk sosial. Dalam perkembangannya manusia juga mempunyai kecenderungan sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan melihat kehidupan masyarakat yang terdiri dari :
  1.  Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana manusia menerima bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan.
  2. Penghematan tenaga dimana ini adalah merupakan tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja mnausia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien.
Pada umumnya hasrat meniru itu kita lihat paling jelas di dalam ikatan kelompok tetapi juga terjadi didalam kehidupan masyarakat secara luas. Dari gambaran diatas jelas bagaimana manusia itu sendiri membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sendiri malalui proses meniru. Sehingga secara jelas bahwa manusia itu sendiri punya konsep sebagai makhluk sosial. Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya. Secara garis besar faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni :
  1. Tekanan emosional. Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain.
  2. Harga diri yang rendah, etika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih saying orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula. Isolasi sosial, orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar