Senin, 02 Juli 2012

tugas minggu XIII dan XIV manusia dan harapan


MINGGU XIII DAN MINGGU XIV

v  MANUSIA DAN HARAPAN
                                      harapan.jpg
·         Pengertian Harapan

menurut Wikipedia , Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud.. Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan – pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing – masing. Misalnya, Budi hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan terkadang akan berakibat menjadi tertawaan orang banyak seperti pribahasa “Si pungguk merindukan bulan”, walaupun tidak ada yang tidak mungkin didunia ini bila Tuhan berkehandak.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan dapat terwujud, maka diperlukan usaha dengan sungguh – sungguh, berdoa dan pada akhirnya bertawakal agar harapan itu dapat terwujud.
·         Sebab manusia mempunyai Harapan
1. Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejakmanusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginanatau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, sedih , dsb

2. Dorongan Kebutuhan Hidup
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manuis itu ialah :
A. Kelangsungan hidup (survival)
B. Keamanan (safety)
C. Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
D. Diakui linkungan (status)
E. Perwujudan cita – cita (self actualization)
à jadi , harapan akan membentuk pola berpikir bagaimana sesuatu akan (bisa) terjadi, bila ia besar maka akan bersifat menarik, bila ia kecil biasanya bersifat mendorong. Maka kita akan menariknya dengan doa dan mendorongnya dengan usaha.
·         Pengertian Doa            
doa.jpgDoa adalah memohon atau meminta suatu yang bersifat baik kepada Allah SWT seperti meminta keselamatan hidup, rizki yang halal dan keteguhan iman. Sebaiknya kita berdoa kepada Allah SWT setiap saat karena akan selalu didengar olehNya.
·         Kepercayaan dan Usaha Untuk Meningkatkan
à kepercayaan
berasal dari kata percaya , artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran . kepercayaan adalah suatu sikap yang menyakini atau mengakui bahwa suatu hal tersebut adalah benar. Kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premis benar .
macam-macam kepercayaan tersebut adalah :
1.Kepercayaan kepada diri sendiri
2.Kepercayaan kepada orang lain
3.Kepercayaan kepada pemerintah
4.Kepercayaan kepada tuhan
à usaha
Menurut Harmaizar Z dalam buku "Menangkap peluang Usaha
usaha adalah Usaha atau dapat juga disebut suatu perusahaan adalah suatu bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara tetap dan terus menerus dengan tujuan memperoleh keuntungan, baik yang diselenggarakan oleh perorangan maupun badan usaha yang berbentuk badan hukum atau tidak berbentuk badan hukum, yang didirikan dan berkedudukan di suatu daerah dalam suatu negara.


tugas minggu XI dan XIImanusia dan tanggung jawab


tanggung jawab.jpgMINGGU XI DAN MINGGU XII

v  MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB                              
Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
menurut Nicolaus D. dan A. Sudiarja , manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal , karna jasmani dan rohani merupakan satu barang .
·         Pengertian Tanggung Jawab
menurut kamus besar , tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dsb).
menurut Ridwan Halim (1988), tanggung jawab sebagai suatu akibat lebih lanjut dari pelaksanaan peranan , baik peranan itu merupakan hak maupun kewajiban ataupun kekuasaan .
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau oerbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
·         macam macam tanggung jawab :
a. Tanggung jawab kepada keluargaMasyrakat kecil ialah keluarga. Maka setiap anggota yang ada dalam keluarga tersebut harus bertanggung jawab atas keluarganya, yang menyangkut nama baik keluarga.
b. Tanggung Jawab pada Masyarakat Manusia merupakan anggota masyarakat dan tak akan pernah lepas dari yang namanya kemasyarakatan. Wajar apabila segala tingkah laku dan perbuatan harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
c. TanggungJawab kepada Bangsa dan Negara Manusia juga hidup pada suatu Negara yang mempunyai ukuran yang dibuat oleh Negara, yang juga harus dipertanggumg jawabkan apabila terbukti bersalah.
d. Tanggung Jawab kepadaTuhan.pengabdian.jpg
·         Pengabdian dan Pengorbanan                           
1. Pengertian Pengabdian dan Pengorbanan
à Pengabdian
menurut WJS. Poerwodarminto , pengabdian adalah hal-hal yang berhubungan dengan mengabdi.
Mengabdi adalah suatu penyerahan diri kepada ´suatuµ yang dianggap lebih, biasanya dilakukan dengan ikhlas, bahkandiikuti pengorbanan. Dimana pengorbanan berarti suatu pemberian untuk menyatakan kebaktian, yang dapat berupamateri, perasaan, jiwa raga. Dengan begitu,Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupuntenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, honnat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan denganikhlas.


à Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban, artinya memberikan secara ikhlas, harta benda, waktu, tenaga pikiran bahkan mungkin nyawa,demi cintanya atau ikatannya dengan suatu atau demi kesetiaan, kebenaran.

Pengorbanan adalah suatu tindakan atau kerelaan seseorang akan suatu hal,yang biasanya ditunjukan pada seseorang yang mempunyai tujuan atau makna dari tindakanya itu, dalam bentuk pertolongan dan tidak berharap imbalan dari suatu tindakan atau kerelaan, ikhlas semata-mata karna Tuhan.

2. Macam - Macam Pengabdian dan Pengorbanan

à Pengabdian
a. Pengabdian terhadap Tuhan YME yaitu penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan merupakan perwujudantanggung jawab yang diikuti oleh pengorbanan.Misalnya : shalat,zakat,puasa.
b. Pengabdian kepada Masyarakat, karena manusia hidup dan dibesarkan di dalam masyarakat sehingga pengabdian danpengorbanan sebagai perwujudan tanggng jawab terhadap masyarakat.
c. Pengabdian kepada Raja, yaitu suatu penyerahan diri kepada raja yang melindunginya.
d. Pengabdian Kepada Negara, pengabdian yang timbul karena seseorang merasa iktu bertanggung jawab terhadapkelestarian negara dan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
e. Pengabdian kepada harta, karena seseorang menganggap harta yang menghidupinya. Sehinggga tindakannya semata-mata demi harta, bahkan rela berkorban untuk mempertahankan hartanya.

à Pengorbanan

a. Pengorbanan kepadakeluarga Yang pada hakikatnyamanusia hidup berkeluarga, dasar hidup berkeluarga adalah kasih saying, dan kasih sayang memerlukan adanya pengorbanan.
b. Pengorbanan kepada masyarakat Manusia adalah makhluk sosial, yang pastinya merasa terikat dengan masyarakatnnya. Karena itu demi pengabdiannya kepada masyarakat ia tidak bebas dari pengorbanan.
c. Pengorbanan kepada bangsa dan Negara. Setiap orang didunia ini mengakui bahwa manusia merupakan anggota suatu bangsa, dan Negara serta warga Negara , dan mempunyai kewajiban antara lain membela negara. Pembelaan itulah disebut pengorbanan.
d. Pengorbanan karena kebenaran Demi kebenaran orang tidak takut menghadapi apapun, perang kemerdekan misalnya mereka tidak takut mati demi kemerdekan hidup.
e. Pengorbanan demi agama Berkorban demi agama sama halnya kita berkorban demi cintanya kita kepada allah. Karena itu wajiblah manusia berkorban demi cintanya kepada agama, yang merupakan juga adalah kebenaran yang hakiki.

3. Contoh Pengabdian dan Pengorbanan

àPengabdian

Seorang mahasiswa yang telah lulus, kemudian berusaha memajukan pendidikan di desanya dengan mendirikan sekolah, walaupun tanpa imbalan apapun, ia lakukan demi kemajuan desanya.



à Pengorbanan

*Pengorbanan seorang ayah yang bisu dan tuli kepada anak perempuannya*

Sebuah kisah yang mungkin dapat sejenak mengingatkan kita akan besarnya cinta orang tua kepada anaknya, walaupun mungkin kita sebagai anak sering lupa dengan keadaan orang tua kita sekarang yang sejak dahulu telah mengorbankan segalanya, untuk membuat kita selalu tersenyum dan bahagia.













Senin, 28 Mei 2012

tugas ibd minggu 9 kelompok 4

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP


v              PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP DAN IDEOLOGI


Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup. Sedangkan pandangan hidup itu sendiri bersifat kodrati. karena itu menentukan masa depan setiap manusia. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup itu sendiri. Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, dan petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu sendiri merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

Pandangan hidup itu banyak sekali macam dan ragamnya. Dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya ada 3 macam, yaitu :


1.       Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.


2.    Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.


3.      Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.



v              Cita-Cita


Cita-cita adalah keinginan, harapan dan tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Itu semua merupakan yang harus diperoleh seseorang pada masa mendatang.

Apabila cita-cita itu tidak bisa terpenuhi, maka cita-cita itu sendiri di sebut dengan angan-angan.

Diantara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Ada 3 faktor yang mempengaruhi untuk mencapai cita-cita tersebut, yaitu :


1.       Faktor Manusia, tergantung dari dirinya sendiri apa dia mau mencapai cita-citanya atau tidak. Dan harus dilakukan dengan usaha nya sendiri.


2.    Faktor kondisi, sesuai kondisi yang sedang dia rasakan. Apa dia bisa menempati sesuai kondisi yang dia alami atau tidak.


3.      Faktor tingginya cita-cita, semakin tinggi cita-cita kita semakin besar pula usaha yang harus kita lakukan tergantung apa cita-cita yang kita inginkan.



àAPA  ARTI SEBUAH CITA-CITA


Saat masih TK atau SD, kita pasti pernah mengucapkan apa cita-cita kita. Mungkin ada diantara kita yang berucap ingin menjadi dokter, guru, pilot, polisi, tentara, atau bahkan kita berani bercita-cita menjadi seorang presiden. Beranjak SMP atau SMA kita mulai merenungkan lagi cita-cita “monyet” kita dulu, karena berusaha bersikap realistis. Bagaimana mungkin dengan nilai pas-pasan ingin jadi dokter, dengan badan yang gak memenuhi syarat ingin menjadi tentara atau polisi dan berbagai keragu-raguan pada diri kita tentang cita-cita tinggi kita saat masih ingusan dulu.


Beranjak menjadi mahasiswa, meskipun kita sudah masuk di konsentrasi fakultas, kita masih saja-mungkin masih belum berani bercita-cita ingin menjadi apakah kita setelah lulus…Sudah menjelang kelulusan, atau mulai mengerjakan skripsi, hati dan pikiran masih diliputi ketakutan, apa yang akan aku lakukan setelah lulus??

Pernahkah kita memimpikan apa yang akan kita capai setelah kita lulus? Atau jangan-jangan kita menjadi orang yang takut bercita-cita?

Masa depan menurut orang-orang pinter adalah mimpi saat ini. Masa depan adalah refleksi kehidupan kita saat ini. Kehidupan yang kita pilih saat ini menjadi sebuah cerminan lain dari kehidupan kita di masa mendatang. Keberanian kita mengambil resiko hari ini bisa jadi menjadi kesuksesan tak terduga di masa depan kita. Flashback pada jaman Rosulullah, kita bisa belajar bagaimana beliau dan para sahabat memutuskan untuk berani mengambil resiko dibenci, disisihkan dari kelompok, dicap orang gila, mendapat siksaan mental maupun fisik, bahkan saat Rosul SAW diangkat menjadi Rosulullah, beliau mengorbankan kehidupan konglomerasi yang beliau bangun sejak muda dan sejak bersama Ibunda Khadijah. Lalu apakah kita berani mengorbankan sesuatu yang paling kita cintai?? Untuk sesuatu yang lebih baik di masa depan??


Sebagai generasi yang ditempa menjadi cendekiawan dan kaum intelek, apakah kita sudah menempa diri kita, sebagaimana Rosul SAW dulu belajar berdagang, berperang sejak dari remaja?? Sebagai siswa, dengan embel-embel ke-“maha”-annya, apakah kita sudah benar-benar belajar memahami disiplin ilmu kita tersebut??
Bertolak belakang dengan status kita sebagai mahasiswa, kita yang telah mengambil resiko di jalan dakwah ini, apakah masih benar-benar serius dalam mendalami ilmu yang sedang ditempuh di kampus….????


v              KEBAJIKAN


Kebajikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma agama dan etika. Manusia berbuat baik karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk yang bermoral dan beretika. Atas dorongan suara hatinya cenderung manusia untuk berbuat kebaikan.

Manusia merupakan makhluk sosial yang artinya : manusia yang hidup bermasyarakat, manusia yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya, manusia saling tolong menolong dan saling menghargai sesama umat manusia. Sebaliknya pula manusia saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya .

Ada 3 hal faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap manusia, yaitu :


1.       Faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.


2.    Faktor lingkungan dimana mereka tinggal dan hidup dalam lingkungan yang baik maupun tidak baik.


3.      Faktor pengalaman yang khas yang pernah dialami sewaktu dia mulai hidup dan hingga sampai dewasa.



v              PERJUANGAN


Usaha atau perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan suatu cita-cita yang di inginkan. Setiap manusia harus bekerja keras demi kelangsungan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha atau perjuangan. Perjuangan untuk hidup itu sudah kodrat manusia, tanpa usaha atau perjuangan manusia tidak dapat hidup sempurna. Bila kita menginginkan sukses kunci nya kita harus berusaha dan berdoa. Berusaha dalam artian belajar dengan tekun, rajin dan giat.

Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga atau jasmani. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan karena kemampuan terbatas itulah menjadi tolak ukur setiap kemakmuran antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian atau keterampilan dari manusia itu sendiri.


v              KEYAKINAN ATAU KEPERCAYAAN


Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran . Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar -- atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Contoh: Pada suatu masa, manusia pernah meyakini bahwa bumi merupakan pusat tata surya, belakangan disadari bahwa keyakinan itu keliru.

Kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premis benar .Apakah keyakinan seseorang benar bukanlah prasyarat untuk keyakinannya. Di sisi lain, jika ada sesuatu yang benar-benar diketahui, maka pasti tidak bisa salah. Misalnya, seseorang percaya bahwa sebuah jembatan tertentu cukup aman untuk mendukung dia, dan upaya untuk melintasinya, sayangnya, jembatan runtuh oleh berat badannya. Bisa dikatakan bahwa ia percaya bahwa jembatan itu aman, tetapi bahwa keyakinan ini salah. Ini tidak akan akurat untuk mengatakan bahwa ia tahu bahwa jembatan itu aman, karena jelas itu bukan. Sebaliknya, jika jembatan itu benar-benar didukung berat badannya maka ia mungkin dapat dibenarkan di kemudian memegang bahwa ia tahu jembatan sudah cukup aman untuk perjalanannya, setidaknya pada waktu tertentu.

Keyakinan atau kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan allah. Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat yaitu :


1.       Aliran Naturalisme


Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan   kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur dan itu dari allah.


2.    Aliran Intelektualisme


Dasar aliran ini adalah logika atau akal. Manusia mengutamakan akal dan  dengan akal manusia berpikir.


3.      Aliran Gabungan


Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib misalnya kekuatan yang berasal dari allah dan percaya adanya allah sebagai dasar keyakinan.



v              LANGKAH LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK


Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup yang berbeda walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimanapun bentuk suatu pandangan hidup itu tergantung pada diri kita sendiri. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan ada juga yang memperlakukannya sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.

Pandangan hidup sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :


1.       Mengenal


kita harus mengenal dulu diri kita sendiri itu seperti apa dan bagaimana untuk menyesuaikan nya.


2.    Mengerti


kita harus mengerti semua apa yang telah kita lakukan dan apa yang sudah kita lakukan.


3.      Menghayati


apabila kita sudah mengenal dan mengerti selanjutnya kita harus menghayatinya dengan hati. Dalam artian kita melakukan nya sesuai keinginan dalam hati kita.


4.     Meyakini


Dalam melakukan suatu kegiatan kita harus menyakini dengan hati yang bersih dan berserah diri kepada allah. insyaallah kita akan di berikan suatu petunjuk yang bener oleh allah.


5.      Mengabdi


Setelah semua yang tadi telah kita lakukan tinggal kita mengabdi kepada negara dimana tempat kita tinggal. Dan tidak lupa juga membalas semua kebaikan kedua orangtua kita karna tanpa doa orangtua kita tidak akan bisa sukses.